Tampilkan postingan dengan label IIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IIA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2015

Kertas Kerja Internal Audit

Dalam pekerjaan sebagai seorang pengendali internal perusahaan (Internal Auditor) sudah seharusnya memiliki senjata pamungkas untuk memuat hasil-hasil pengendalian tidak hilang. Senjata itu ada dalam bentuk Kertas Kerja Audit (Audit Working Paper/ WP).

Kertas Kerja Audit adalah kumpulan semua berkas penugasan dalam bentuk bukti dokumenter utama pengujian audit, diskusi, dan observasi.

Indikasi utama kertas kerja memiliki karakter :
1. Komplit
2. Akura
3. Sistematis.


Menurut Boynton et al (2001:983) yang dikemukakan oleh The Institute of Intenal Auditors (IIA), kertas kerja yang baik mencakup:
1. Perencanaan Audit
2. Pengujian dan evaluasi informasi
3. Pengkomunikasian hasil
3. Penindaklanjutan


Jumat, 22 Mei 2015

Bulan Kesadaran Internasional - Audit Internal

Yth. 
Bapak/Ibu Anggota IIA Indonesia 
dan seluruh Kolega Auditor Internal
di Indonesia 


Salam hangat,
Untuk membangun kesadaran akan pentingnya peran audit internal bagi stakeholders, The IIA Global menetapkan bulan Mei sebagai “Bulan Kesadaran Internasional - Audit Internal”. Pada bulan ini, profesi audit internal berupaya meningkatkan advokasi/mempromosikan pentingnya profesi audit internal bagi organisasi, dan memberikan pemahaman kepada stakeholders tentang nilai yang audit internal dapat persembahkan kepada organisasi, baik organisasi sektor publik maupun swasta.

The IIA Global telah memberikan berbagai contoh aksi untuk melaksanakan program tersebut. Panduannya dapat Bapak/Ibu pelajari pada website kita: www.iia-indonesia.org pada link ini: http://iia-indonesia.org/?p=1854.

Sedekar untuk melengkapi upaya advokasi/promosi tersebut, Bapak/Ibu dapat memproduksi dan membagikan berbagai merchandise kepada stakeholders misalnya berupa T shirt, topi, stiker, gantungan kunci, payung, ballpoint, gelas mug, pin, dll, yang contoh disainnya telah disediakan oleh The IIA Global pada link ini: http://iia-indonesia.org/?p=1854.

Untuk membantu proses produksi merchandise tersebut, IIA Indonesia telah menyediakannya, yang dapat Bapak/Ibu dapatkan dengan mengganti ongkos produksinya. Bagi yang berminat dapat menghubungi staf kami, Dewi pada alamat email: dewi@iia-indonesia.org.

Kami mengharapkan seluruh anggota IIA Indonesia, para Kolega, khususnya para Kepala Satuan Audit Intern dan  Auditor Senior untuk dapat berpartisipasi secara aktif/terlibat penuh untuk meramaikan “Bulan Kesadaran Internasional - Audit Internal” di lingkungannya masing-masing.

Terima kasih atas kerja keras para Kolega membangun profesi audit internal di Indonesia.

Note:
Informasi berasal dari IIA Indonesia.

Senin, 27 Mei 2013

Sertifikasi Profesional Seorang Internal Audit

Sertifikasi profesional merupakan suatu pengakuan yang diberikan suatu organisasi terhadap seseorang yang telah menunjukan telah menjalankan pekerjaan sesuai standar profesi yang telah ditetapkan organisasi. Biasanya sertifikasi yang telah diberikan harus diperbaharui dan melaksanakan pendidikan berkelanjutan juga.

Untuk seorang internal audit, terdapat beberapa sertifikasi yang dapat diperoleh sebagai tanda professional dalam pekerjaannya yaitu:
1.      Certified Internal Audit (CIA)
CIA memang masih menjadi pengakuan yang paling terkenal di bidang internal audit. Di Indonesia, Gelar CIA ini sama dengan Qualified Internal Audit (QIA) yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA),  Professional Internal Auditor (PIA) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi STAN, dll. CIA diterbitkan The Institute of Internal Auditor (IIA) yang berpusat di Florida USA. IIA merupakan organisasi professional yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang professional Internal Audit di seluruh dunia. Untuk memperoleh gelar tersebut seseorang dapat melakukan ujian pada 4 tahap secara online dan menggunakan Bahasa Inggris serta Bahasa Indonesia (khusus ujian yang diadakan di Indonesia). Di Indonesia terdapat 3 lembaga penyedia persiapan dan ujian CIA yaitu, Pusat Pengembangan Akuntansi UI (PPA UI), YPIA dan Binus Business School.
2.      Certified Control Self Assessment (CCSA)
CCSA diterbitkan pula oleh IIA. CCSA merupakan pemahaman terhadap dasar-dasar penilaian pengendalian secara pribadi terkait seperti risiko, kontrol, dan tujuan bisnis.
3.      Certified Government Audit Professional (CGAP).
CGAP diterbitkan pula oleh IIA. CGAP merupakan dirancang khusus untuk auditor yang bekerja di sektor publik pemerintah.
4.      Certified Information System Auditor (CISA)
CISA diterbitkan oleh Information System and Control Association (ISACA) yang berdiri tahun 1967. Di Indonesia persiapan ujian CISA dapat dilakukan di Pusilkom UI atau in-house training dari pihak ISACA Indonesia dan ujian dapat dilakukan di 2 kota yaitu Jakarta dan Suarabaya. Selain CISA terdapat sertifikasi lain yang diterbitkan oleh ISACA yaitu: Certified Information Security Manager (CISM), Certified in the Governance of Enterprise IT (CGEIT) dan Certified in Risk and Information Systems Control (CRISC).
5.      Certified Fraud Examiners (CFE)
CFE diterbitkan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). Di Indonesia sendiri sudah ada  ACFE Indonesia yang berdiri sejak 2002 tetapi untuk ujian CFE sendiri tetap dilakukan oleh ACFE Head Quarter secara online.

Kecurang Tekanan dari atasan (Tone at the Top)

Ilustrasi Tone at the Top

Teori Bendera Merah atau Red Flag Theory ini merupakan teori yang memberikan tipe-tipe bagian dan orang dapat berbuat curang. Salah satunya adalah Tone at the Top (The IIA, November 2003) yaitu tekanan berasal dari tingkatan manajerial yang dapat menyebabkan bawahan berbuat tidak sesuai dengan aturan yang ada, beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi adalah
a.         Pertumbuhan atau keuntungan Abnormal yang cepat, terutama yang berkaitan dengan industri.
b.         Kelebihan hasil keuangan yang Iebih balk daripada pesaing menunjukkan tidak adanya perbedaan operasional yang signifikan
c.          Perubahan yang tak terjelaskan terkait tren atau hubungan laporan keuangan
d.          Usaha yang terletak di negara-negara surga pajak tanpa pemikiran bisnis yang balk
e.          Desentralisasi operasi ditambah dengan sistem pelaporan internal yang lemah
f.           Pertumbuhan Laba dikombinasikan dengan kurangnya uang
g.          Pernyataan tentang pertumbuhan di masa depan yang terlalu optimis
h.         Penggunaan prinsip akuntansi yang sesuai persyaratan huruf (bentuk) dari, bukan substansi, atau yang bervariasi dari praktik industry
i.           Rasio utang yang terlalu tinggi atau kesulitan dalam membayar hutang
j.           Sensitivitas terhadap fluktuasi tingkat bunga yang berlebihan
k.          Transaksi akhir periode yang kompleks, tak biasa, atau signifikan
l.           Tidak adanya pelaksanaan kode etik organisasi
m.         Materi terkait transaksi pihak berelasi tidak dalam kegiatan usaha normal
n.          Kegagalan potensi bisnis dalam jangka waktu dekat
o.         Penggunaan entitas hukum yang tidak biasa, banyaknya baris otoritas, atau kontrak tanpa alasan bisnis yang jelas

Rujukan: