Selasa, 11 Juni 2013

Pengelolaan Kecurangan (Fraud Management)

Ilustrasi: Anti Fraud

Manajemen dapat dengan mudahnya menghindari sistem pengendalian internal. Sawyer Dittenhofer, dan Scheiner membuat delapan alasan di balik Fraud manajemen. lni adalah. motif (insentif atau tekanan situasional).
a.  Eksekutif terkadang mengambil langkah dengan tergesa-gesa dimana mereka tidak dapat mundur.
b.    Pusat laba dapat mendistorsi fakta-fakta untuk menunda divestasi.
c.    Manajer yang tidak kompeten mungkin menipu untuk bertahan hidup
d.    Kinerja dapat terdistorsi untuk menjamin bonus yang lebih besar.
e.    Keinginan untuk sukses mungkin bisa membuat manajer untuk melakukan Fraud.
f.     Manajer yang jahat mungkin dapat melayani konflik kepentingan.
g.    Keuntungan mungkin meningkat untuk memperoleh keuntungan di pasar.
h.  Sesorang yang mengontrol aset dan pencatatannya berada dalam posisi sempurna untuk memalsukan keduanya.

Sinyal-sinyal Berbahaya
Bahkan pengendalian internal yang paling efektif terkadang dapat dihindari mungkin dengan kolusi dari dua atau lebih karyawan. Jadi, auditor harus peka terhadap kondisi­-kondisi tertentu yang mungkin menunjukkan adanya Fraud, termasuk
a.  Pergantian personel yang cukup cepat
b.  Moral pegawai yang rendah
c.   Kertas kerja pendukung ayat jurnal penyesuaian tidak tersedia
d.  Rekonsiliasi Bank tidak diselesaikan segera
e.  Peningkatan jumlah keluhan pelanggan
f.   Memburuknya tren pendapatan ketika industri atau organisasi secara keseluruhan
g.  Banyak penyesuaian ukuran audit yang signifikan
h.  Penghapusan penurunan persediaan tanpa berusaha untuk menentukan penyebabnya
i.    Harapan kinerja yang tidak realistis
j.   Rumor konflik kepentingan
k.  Penggunaan duplikat faktur untuk mendukung pembayaran kepada pemasok
l.    Penggunaan sumber tunggal kontrak pengadaan

Rujukan
1.      Fraud auditing
Advanced fraud management

Tidak ada komentar:

Posting Komentar